Jumat, 16 Desember 2011

Melupakanmu



tolong di ingat ini bukan tentangmu tapi ini tentang bayanganmu
karena sosokmu sudah begitu jauh tapi bayanganmu masih tersimpan rapat di benakku.


kakiku melangkah menyusuri kerikil tajam yang menusuk telapak kakiku
merasakan sensasi menyakitkan di setiap langkahku
sama halnya dengan mengingatmu dalam memoriku
semuanya begitu menyakitkan
langkah pertama kupejamkan mataku
dan senyummu terlukis indah di pikiranku
tapi saat kerikil itu mencoba menusuk kakiku
aku segera tersadar senyummu bukan untukku
langkah kedua ku hembuskan kuat-kuat nafasku
seketika itu juga tawamu terngiang jelas di telingaku
lagi sebuah kerikil menggesek kakiku
menyadarkanku bahwa kamu tertawa bukan bersamaku
langkah kaki ketiga ku teriakkan semua amarahku
saat itu juga seluruh kenanganku bersamamu berputar seperti sebuah roll film yang memutar tanpa henti
dan saat itu juga sebuah kerikil membuat luka di telapak kakiku
seperti sebuah gambaran bahwa hatiku juga terluka karenamu
tapi semua itu tidak membuatku berhenti untuk melangkah
justru aku semakin semangat untuk melangkah lebih cepat di atas kerikil
karena setelah hamparan kerikil itu aku lalui, akan ada jalan mulus yang akan ku tapaki.
sama seperti proses melupakanmu
begitu sulit, sakit dan butuh keinginan keras untuk melakukannya
awalnya terasa menyakitkan, semakin berusaha akan lebih menyakitkan
dan semakin jauh akan terbiasa dengan rasa sakitnya
setelah rasa sakit itu di lalui akan ada lembaran indah yang akan menanti
aku ingin mengakhirinya sampai di sini
bukan karena tidak mengharapkanmu lagi
tapi karena aku sadar sosokmu semakin susah untuk di gapai
aku mohon ketika bayanganmu mulai memudar
kamu jangan muncul kembali
karena aku yakin perjuanganku yang panjang akan sia-sia jika sosokmu kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar