Rabu, 21 Desember 2011

kamu tau pelangi?
sekumpulan warna indah yang terbentang setelah hujan mereda
sama seperti sosokmu, yang memberi warna ketika saat pertama kali kita bertemu
kamu tau cahaya mentari yang menghangatkan bumi?
aku rasa seperti sosokmu, yang memberi kehangatan ketika mendengarmu berbicara denganku
kamu tau kerlap kerlip bintang yang mempesona ketika malam datang?
aku kira kau juga tidak kalah mempesona, karna senyummu telah membuatku terpana
karena bagiku mengenalmu adalah sebuah keajaiban
bisa melihat senyumu adalah sebuah kenikmatan
dan bisa bercanda ria denganmu adalah sebuah anugerah

***
cinta itu seperti gerbang yang akan mengakibatkan dua kemungkinan
pertama dia akan tertutup rapat
yang kedua dia akan terbuka lebar
tertutup rapat juga mempunyai dua kemungkinan
yang pertama dia ingin mengunci rapat-rapat kita di dalam hatinya
atau kemungkinankedua dia ingin mengunci rapat-rapat agar tidak ada sosok kita di hatinya
terbuka lebar-lebar juga ada dua kemungkinan
yang pertama dia ingin menyambut lebar-lebar kehadiran kita 
atau yang kedua dia ingin menyambut lebar-lebar kehadiran orang lain.
yang kita bisa lakukan cuma satu
berusaha agar mendapatkan kunci hatinya
jadi jika gerbang itu tertutup atau terbuka tidak akan menjadi masalah

Minggu, 18 Desember 2011


entah kenapa sosok mu begitu kuat untukku
datang silih berganti dan tidak mau berhenti
seperti mentari yang menyinariku hingga sore hari
lalu di sambut dengan cahaya bulan dan bintang yang menemaniku hingga pagi mendatang
bahkan sosokmu seperti udara untukku
dalam keadaan terpejam pun aku masih merasakan kehadiranmu
kalau sudah begini, bagaimana aku melupakanmu?
tidak bisakah kau memberitau aku?
dulu sebelum mengenalmu hidupku hanya terasa bahagia dan sempurna
tapi semenjak mengenalmu hidupku berwarna
dan kini ketika aku berusaha melupakanmu
kenapa kau tetap meninggalkan warna di kehidupanku
warna kelabu yang selalu menghiasi hatiku
tolong beri tau aku cara melupakanmu
aku lelah, lelah karena terus mengejar sosokmu yang semu
tidak bisakah kau menghilang dari kehidupanku?
seperti debu yang sirna ketika hujan datang
seperti bunga yang yang berjatuhan ketika musin gugur datang
tapi kenapa kamu seperti pelangi
meskipun jarang kelihatan tapi selalu ku rindu kan.

Jumat, 16 Desember 2011

Melupakanmu



tolong di ingat ini bukan tentangmu tapi ini tentang bayanganmu
karena sosokmu sudah begitu jauh tapi bayanganmu masih tersimpan rapat di benakku.


kakiku melangkah menyusuri kerikil tajam yang menusuk telapak kakiku
merasakan sensasi menyakitkan di setiap langkahku
sama halnya dengan mengingatmu dalam memoriku
semuanya begitu menyakitkan
langkah pertama kupejamkan mataku
dan senyummu terlukis indah di pikiranku
tapi saat kerikil itu mencoba menusuk kakiku
aku segera tersadar senyummu bukan untukku
langkah kedua ku hembuskan kuat-kuat nafasku
seketika itu juga tawamu terngiang jelas di telingaku
lagi sebuah kerikil menggesek kakiku
menyadarkanku bahwa kamu tertawa bukan bersamaku
langkah kaki ketiga ku teriakkan semua amarahku
saat itu juga seluruh kenanganku bersamamu berputar seperti sebuah roll film yang memutar tanpa henti
dan saat itu juga sebuah kerikil membuat luka di telapak kakiku
seperti sebuah gambaran bahwa hatiku juga terluka karenamu
tapi semua itu tidak membuatku berhenti untuk melangkah
justru aku semakin semangat untuk melangkah lebih cepat di atas kerikil
karena setelah hamparan kerikil itu aku lalui, akan ada jalan mulus yang akan ku tapaki.
sama seperti proses melupakanmu
begitu sulit, sakit dan butuh keinginan keras untuk melakukannya
awalnya terasa menyakitkan, semakin berusaha akan lebih menyakitkan
dan semakin jauh akan terbiasa dengan rasa sakitnya
setelah rasa sakit itu di lalui akan ada lembaran indah yang akan menanti
aku ingin mengakhirinya sampai di sini
bukan karena tidak mengharapkanmu lagi
tapi karena aku sadar sosokmu semakin susah untuk di gapai
aku mohon ketika bayanganmu mulai memudar
kamu jangan muncul kembali
karena aku yakin perjuanganku yang panjang akan sia-sia jika sosokmu kembali

bingung


gw pikir dengan bergantinya hari kegalauan gw bakal ilang, tapi ternyata engga (-_-) sebenernya ga bisa di sebut galau sih, gw sendiri ga ngerti apa yang gw rasain saat ini, gw bukan tipe orang yang gampang curhat, butuh waktu buat gw percaya sama orang, itu karna ada faktor x yang buat gw susah percaya sama orang.
nah si miss gombal ini pas jam sepuluh pagi malah sms gw nerusin kata-kata yang semalem, entah dia lagi galau juga, atau emang seneng liat gw galau, gw ga ngerti, nih sms makin lama makin dalem kata-katanya, makin tinggi pula, malah hampir lupa kalo gw cuma gadis nan polos yang baru menginjak usia sembilas tahun dan orang yang gw ajak  sms ini cewek yang lagi kasmaran berusia delapan belas tahun.

namun semua itu yang membuatku kuat
karna hanya di dekatmu, aku sudah tersenyum bahagia
walaupun aku tau, senyum itu. . . senyum yang membangkitkan ku dari kesedihan
nanti. . entah kapan
tapi  aku yakin ada saatnya, dimana kamu bisa melihatku dengan jelas dan menyadari bahwa aku satu-satunya  orang yang bisa membuatmu tersenyum bahagia dan kamu tidak menyesal karenanya.


abis baca itu gw diem, bengong, dan ga tau mau ngapain, rasanya tuh pengen makan ayam tapi di kasih telor (?) gw liatin hape gw kayak itu benda yang paling aneh di dunia, tanpa sadar, tanpa mikir panjang, jari-jari gw mulai lihai ngetik beberapa kata.

aku lebih memilih tersenyum pahit ketika dia bersamanya
dari pada  melihat kemurungan di wajahnya ketika dia tidak mendapat orang yang di inginkannya
cinta itu bodoh, selalu mengubah hal-hal yang di luar logika menjadi suatu kewajaran.
ada orang yang menyebut "cinta tidak harus memiliki" hanya untuk orang-orang yang tidak mau berjuang dan munafik
aku rasa itu benar 
bohong jika aku tidak mengharapkanmu
bohong jika aku ingin kamu menjauh dariku
tapi aku tidak punya pilihan, semakin aku melihatmu semakin membuatku terpuruk.
jadi apa yang harus aku lakukan?
terus berlari tapi bayangmu selalu mengikuti.


namun senyuman itu tidak dapat mengubah semua yang telah ku rasakan selama ini
mengharapkamu, melihatmu dari jauh sangat amat sakit
sekalipun aku ingin hentikan tetap tidak bisa
cinta itu tidak memperlukan logika
tapi lebih menggunakan perasaan, karna datangnya rasa itu dari hati
dan hati menggunakan perasaan
sehingga segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin bila suatu saat perasaan itu terbalas
penantian . . . mungkin hanya penantian yang panjang yang bisa membuatku terus dan terus berharap bahwa suatu saat kau bisa bersanding denganku


penantian itu hanya sebuah lukisan
awalnya aku hanya menatap sebuah kanvas kosong yang ada di hadapanku
lalu sebuah sketsa terbayang di benakku
tanganku mulai meraih tinta-tinta cerah ketika berharap penantian itu berujung kebahagian
tapi di sisi lain, hatiku mengarahkanku untuk mengambil tinta berwarna kelam
itu terjadi karena sebagian hatiku mengira penantianku akan berakhir sia-sia.
penantian, harapan, permohonan itu bagian dari kehidupan
sama halnya dengan mengenalmu dan mencintaimu
entah akhirnya akan bagaimana aku hanya bisa pasrah


lukisan hanyalah sebuah lukisan
dan lukisan itu hanya mengibaratkan sebuah cerita yang saat ini aku alami
entah itu indah maupun tidak
namun sebuah lukisan yang cerahpun bisa menjadi kelam jika tidak di rawat dengan baik
penantian tetaplah penantian yang aku harapkan berujung suatu kebahagian bukan suatu impian
karna apabila impian itu tidak terwujud akan menjadi derita nantinya.


impian dan kebahagian itu hanya sebuah angan
dan mungkin suatu saat akan menjadi kenyataan
meskipun entah kapan
kamu. . . bukan impian atau kebahagianku
tapi kamu, sudah menjadi bagian hidupku.
senang, sedih, suka, duka, tertawa, menangis semua pernah ku rasakan hanya karna kamu
ya kamu, sosokmu sudah terlalu dalam memasuki hidupku
dan nyaris seperti darah yang tidak bisa di pisahkan dari tubuhku
aku memang tidak mendapatkan mu
tapi aku tetap mengumpulkan sedikit demi sedikit bayanganmu agar tersimpan rapat dalam memoriku
karna jika tidak ada bayangmu seketika itu juga aku tidak punya alasan untuk tetap hidup.


beneran ga nyangka, nyaris ga pernah percaya gw bisa nulis kata-kata yang berwarna biru itu, tanpa referensi buku apapun, semuanya ngalir begitu aja, gw ga bisa cegah jari-jari gw menari indah di atas keypad hp gw.
tapi yang gw penasaran, GW MIKIRIN SIAPA? hati gw nyaris kosong pas ngirim semua itu. ga kosong juga sih tapi apa ya? ya udahlah biar gw sendiri aja yang tau kenapa.
tapi gw ga bo'ong sih, abis ngirim kata-kata kayak gitu hati gw sedikit lega, ga tau lega karna apa, padahal ga ada yang tiba-tiba baik hati bayarin lunas cicilan motor gw #loh
kalo biasa gw sering sms gombal kayak gini "bang aku tuh bukan atlet ya, jadi jangan paksa aku buat lari dari hati kamu" dan berubah jadi gaya sms di atas itu rada aneh.

Kamis, 15 Desember 2011

GALAU itu menyenangkan ?


galau, satu kalimat yang sebenernya gw ga ngerti artinya apa, tapi makin kesini gw makin bisa kesimpulin kalo galau adalah suatu keadaan yang lo ga tau mesti harus gimana, kayak lo lagi kesel sama pacar lo tapi lo ga bisa ngebunuh dia (ini lebai) atau lo lagi kangen sama seseorang tapi orang itu ga tau kalo lo kangenin, bisa juga lo lagi sebel sama seseorang tapi lo ga bisa ngilangin dia dari pikiran lo.
ada yang bilang galau itu bagian dari gaul, ga galau berarti lo ga gaul, tapi menurut gw itu konyol, galau ya galau, gaul ya gaul, beda kasta dan beda tempat, buat apa lo gaul tapi cuma buat nangis meraung-raung.
tapi semalem arti galau berubah dimata gw, ternyata galau itu ga selamanya cuma berbuah kata lebai kayak " gw kangen banget sama dia" atau "errrr gw benci banget sama lo" galau juga bisa bikin untaian kata menjadi lebih indah, ga percaya? ini gw kasih bukti.
semalem lagi nonton tv gw tiba-tiba bosen, ga tau pengen apa dan mau ngapain, akhirnya gw ketak-ketik di hp dan jadi sebuah kalimat kayak gini :

ada banyak hal yang ingin aku katakan tapi aku tidak bisa
akhirnya aku memilih untuk diam
diam bukan berarti aku tidak peduli
tapi dalam diam aku memperhatikanmu dari jauh
kadang aku lelah, lelah sampai aku tidak ingin bernafas
tapi apa yang bisa aku lakukan jika kau sama sekali tidak bisa ku gapai
menangiskah? atau tersenyum untuk kebahagianmu?
aku hanya ingin mengucapkan selamat malam
tapi aku rasa kamu tidak ingin mendengar
jadi aku hanya berdoa dalam diam
semoga dalam mimpimu terselit bayang tentangku walau hanya semala

gw kirim deh tuh sms ke orang-orang yang deket sama gw, bukan maksud cari temen galau, dari pada tuh kata-kata terbuang sia-sia yah jadi gw putusin buat gw kirim aja, niatnya mau tidur tapi ga bisa, akhirnya si kalong @iraaars bales sms gw bilang
kak lagi galau ya (smsnya gw skip, kepanjangan, intinya dia bilang gitu)
gw jawab : ga kok, cuma lagi nyesek aja, lagian iseng malem2 gini mau apa (gw yakin dia sepenuhnya ngerti arti sms gw makanya dia pancing2)
dan demi apa GW GA NYANGKA dia bakal bales kayak gini :

iseng? sebenernya sih ga iseng, apalagi kata-kata itu muncul begitu aja dari pikiran, kan ga mungkin.
sesuatu itu biasanya berdasarkan dari apa yang ada di hati dan pikiran.
dan kalo ga kesampean biasanya di keluarkan lewat tulisan yah seperti ini. . . . andai dia tau pasti indah


gw bingung mau bales apa, akhirnya gw bales kayak gini :

ada cerita yang ingin di ungkap hanya bingung ingin memulainya dari mana, cuma bisa menggunakan jari-jari ini untuk mengetik hal sederhana tentang dirinya


cerita itu tidak dapat di mulai karna dia hanya akan mengalir dan terus mengalir hingga nantinya.
namun juga tiada akhir, karna setelah cerita itu berakhir akan ada cerita baru lagi yang menggantikan


tapi cerita ini berbeda
mungkin aku akan menggebu menceritakannya jika berakhir bahagia
cerita tentangnya aku tidak tau akan berakhir seperti apa
sad ending atau happy ending
aku hanya menunggu sekenario dari tuhan
berharap ada cerita indah yang terselip di antara tinta-tinta indah yang menuliskan tentang kita berdua.


ceritamu. . ceritaku tidak dapat di tebak akhirnya
aku hanya berharap akhir semua ini bahagia walau harapan itu kecil
namun dari sekecil harapan itu akan ada sesuatu yang bisa membuatku tersenyum nantinya meskipun itu iya atau tidak bersamamu.

gw ngerasa "JLEB" asli ini bener banget, akhirnya jari-jari gw ngetik lagi di tengah gelapnya kamar gw.

ada yang berbeda dari mataku sejak mengenalmu
dulu air mata ini terasa biasa tapi sejak mengenalmu  rasanya berbeda
air mata pertama mengalir ketika bayangmu hadir di pikiranku
air mata kedua mengalir ketika rindu mulai mendesak di dadaku
air mata ketiga mengalir ketika hadirku tidak pernah di ketahui olehmu
dan akhirnya air mata ini terus mengalir, menunggu uluran tanganmu untuk menghapus sungai-sungai kecil di pipiku


ini anak beneran minta di hajar, malah bales kata-kata yang sumpah bikin nyesek

namun sekarang yang jadi pertanyaan kapan? kapan uluran tangamu itu dapat menghapusnya
akankah nanti? atau tidak akan pernah.
dan itu hanya akan menjadi suatu harapan yang bisa membuatku terus yakin kalau akan adanya saat itu. . . saat dimana kau datang padaku dan mengulurkan tanganmu untuk menghapus sungai-sungai kecil dipipiku serta menggantikannya dengan sebuah senyum kebahagian  yang kunantikan 


aku tidak pernah meminta tangannya untuk terulur ke arahku
aku hanya berharap tanpa meminta balasan
melihatmu bernafas dan melangkah di hadapanku setiap hari itu sudah cukup untukku.


namun di setiap harapan selalu terselip keinginan
dan keinginan  itu yang membuatmu terus berharap.
walaupun terkadang sudah cukup, tetapi kadang aku merasa itu tidak cukup
karna hanya dengan melihatmu tanpa menyentuhmu dan merasakanmu itu sangat menyakitkan.

sakit memang, tapi apa yang bisa aku lakukan?
memaksamu untuk melihat ke arahku, maaf itu bukan gayaku.
aku hanya gadis bodoh yang akan ikut tersenyum ketika kamu tersenyum.
naif memang, tapi akan lebih naif jika aku memaksakan diri berfikir kamu juga mengharapkan ku.


mungkin sekarang kau tidak menyadari bahwa ada seseorang yang selalu memperhatikanmu walau dari jauh
dan berharap suatu saat nanti aku dapat berdiri dan bersanding di sebelahmu.
aku tidak mau hanya menjadi bodoh dan naif terus
karna yang ku inginkan bukan itu semua, melainkan dirimu di sisiku.


berdiri tegak di sampingmu bukan hal yang mudah
memasang senyum saat di hadapanmu itu bukan hal yang gampang
kenyataannya aku selalu terpincang-pincang mengikuti langkah kakimu yang begitu tergesa-gesa untuk berjalan ke arahnya
dan nyatanya bibir ini tersenyum pahit saat nama dia yang terlontar dari mulutmu saat di hadapanku.


udah jam 12 lewat akhirnya si ira udah ga bales lagi, dan jujur gw shock pas baca ulang, sebenernya gw galau apa lagi belajar jadi seorang sastrawan? akhirnya gw ngerti ga selamanya galau itu ga bermanfaat, ga selamanya galau itu hal yang sia-sia, ternyata di balik semua ke galauan ada untaian kata indah yang tersimpan rapat.

Minggu, 11 Desember 2011

2 kim couple

Hampir seminggu aku berada di negeri  orang, terbang dari Negara satu ke Negara lain yang masih berada di kawasan asia, membuatku sedikit kelelahan, bukan lelah fisik tapi lebih berimbas pada lelah hati, aku sangat merindukannya, merindukan sosok yang selama satu tahun ini menempati ruang kosong di hatiku. Kalau dulu aku akan senang hati untuk berpergian keluar negeri bersama anggota lain, tapi sekarang ini seperti ada beban ribuan ton yang mengendap di kaki yang membuatku enggan untuk melangkah menjauh dari korea. Seakan ada magnet kuat yang membuatku harus terus menetap di negeri  ini agar bisa melihat sosoknya setiap hari, tapi itu tidak mungkin, aku sudah terikat kontrak yang mengharuskanku tetap tersenyum di atas panggung dari satu Negara ke Negara lain, tidak peduli bagaimana kondisiku saat itu.
Akan ku ceritakan gadis itu, gadis yang sudah membuat seorang kim jongwoon tidak bisa berpaling ke arah lain, dia cantik untukku, kenapa aku bilang begitu? Karena bisa saja orang lain menganggapnya biasa saja, tapi untukku dia cantik atau bisa di bilang lebih dari sekedar cantik, dia sangat suka musim dingin, itu yang membuatku sedikit khawatir, karena dia suka berdiri di atas balkon tanpa menggunakan baju hangat untuk merasakan dinginnya butir-butir salju yang jatuh di telapak tangannya, dia juga sangat mencintai musim semi, karena di musim itu bunga sakura bermekaran, bunga yang sudah berhasil membuatnya terpesona, dia bukan sosok yeoja yang senang  akan sesuatu hal yang berbau romantis, ketika setiap yeoja akan mengucapkan terima kasih ketika di bawakan seikat bunga mawar, dia justru akan memberikan tatapan tajam dan yang lebih parah kalian langsung di usir sebelum menginjakkan kaki di apartemennya, dia sangat suka membaca sesuatu yang berbau fiksi, semacam novel atau fanfic, yang anehnya dia sangat suka membaca fanfic yang berhubungan dengan cho kyuhyun, itu yang membuatku sering merasa jengkel padanya.
Kalau setiap orang bilang yeoja yang berkencan denganku agar cemburu dengan kura-kuraku, dia tidak, ketika aku sibuk dengan kura-kuraku, dia akan sibuk dengan laptop atau i-phone-nya, dan akhirnya aku lebih bersikap cemburu pada kedua benda kesayangannya. Dia Sangat suka menonton kdrama dan akan memuji terang-terangan actor yang baru saja berperan di hadapanku tanpa peduli bagaimana perasaanku, tapi aku tidak pernah merasa marah, karena aku suka setiap kali melihat ekspresinya bercerita, dan pertanyaan yang paling aku suka adalah aku selalu bertanya sebanyak apa dia mencintaiku, kalian pasti penasarankan apa jawabannya? Haha sebentar lagi kalian akan tau, karena aku sudah sampai di depan pintu apartemennya.
Kamar  222 dimana tempat yeoja itu tinggal, aku melihat sepatu menganjal di ujung pintu sehingga membuat pintu tidak tertutup rapat, ck sifat cerobohnya  memang tidak pernah hilang, itu yang membuatku selalu bersikap protektif padanya, aku langsung masuk kedalam dan menutup pintunya sepelan mungkin  agar dia tidak mendengar. Ruangan yang di dominasi warna biru langsung terhampar begitu memasuki apartemennya, dia memang pecinta  warna biru, warna yang menenangkan menurutnya.
Ruang tengahnya terlihat kosong, hanya ada setumpuk cemilan di atas mejanya, dia memang sangat suka ngemil tapi anehnya badannya tetap saja kurus,  kakiku terus melangkah, ke tempat favoritnya,  sebuah sudut yang dia ubah menjadi tempat yang sangat menyenangkan, tepat di depan sebuah kaca besar seorang yeoja sedang  duduk di meja belajarnya sambil menatap focus layar laptopnya, hanya menggunakan celana pendek dan baju pas badan, aigoo dia terlalu bodoh atau apa, sudah tau sekarang sedang musim dingin tapi hanya memakai pakaian seperti itu, memang di ruangan ini terdapat penghangat tapi tetap saja udara dingin mendominasi.
Ku gerakan kakiku menuju kamar tidurnya, bukan bermaksud lancang memasuki kamarnya, tapi aku hanya ingin mengambil baju hangatnya, aku mengambil sehelai baju hangat berwarna biru muda, dan langsung menutup kembali pintu kamarnya, ck dia belum sadar juga ada orang memasuki apartemennya, selalu seperti ini, mengabaikan dunia nyata ketika dirinya sudah menjelajahi dunia maya.
Langkahku berhenti tepat di belakang bangku yang tengah di dudukinya tapi rupanya dia masih belum sadar juga, aku dapat melihat kepalanya mengangguk-angguk kecil mengikuti  irama music yang sedang di dengar lewat earphone-nya, dan matanya menatap  focus tulisan yang aku yakin itu fanfic yang biasa di buat oleh elf. Tanganku langsung bergerak ke arah kepalanya, memasukan secara paksa baju hangat yang berada di tanganku, dia sedikit memberontak, tapi kekuatanku lebih besar darinya, akhirnya dia mengalah dan membiarkanku memakainkan baju hangat di tubuhnya.
“apa yang sedang kau baca?” tanyaku sambil memeluk tubuhnya dari belakang, meletakkan daguku di pundaknya dan ikut mengamati apa yang tertera di layar laptopnya, aku dapat merasa tubuhnya menegang, dia memang tidak terlalu menyukai skinship, hanya pelukan yang di tolerirnya, itupun selalu aku yang menarik paksa tubuhnya masuk ke dalam dekapanku.
“ani, ani, aku tidak melihat apa-apa “ jawabnya gelagapan sambil menutupi layar laptop dengan kedua tangannya.
Tanganku dengan sigap menarik kedua tangannya dan menguncinya dalam pelukanku, semetara tangan kananku yang bebas mengambil alih mouse yang sedari tadi di kuasainya, ku gerakan mouse itu untuk melihat apa saja yang sedari tadi di bukanya, beberapa fanfic ,youtube yang sedang memutuar MV ft.island band yang membuatnya melupakan suaraku, dan beberapa artikel tentang super junior, dan tanganku berhenti ketika melihat sebuah artikel lama tentang yoo so young yang mengupload fotonya setelah datang coffe shop keluargaku. Dengan cepat ku arahkan mouse ke tanda close untuk mengakhiri aktifitas dunia mayanya.
“kyaaaa ANDWAEEE OPPA, kenapa kau selalu menggangguku” ucapnya kesal ketika layar laptopnya berubah menjadi hitam. Dia langsung memberotak dalam pelukanku dan langsung bangkit dari tempat duduknya dan menatapku tajam.
“ya! Kenapa kau marah padaku? Memangnya kau tidak merindukanku?”  kataku sedikit merajuk, tapi sepertinya sia-sia, dia tetap memasang muka masamnya, yang jujur saja membuatku berhasrat untuk memeluknya.
“untuk apa merindukan orang yang egois” jawabnya pedas, sambil berjalan ke arah dapur dengan langkah kaki yang di hentak-hentakkan seperti anak kecil, umurnya saja yang sudah dewasa tapi tingkahnya sama sekali tidak menunjukan kedewasaannya.
“aku ingin kopi hangat” teriakku sambil melangkah ke ruang tengah.
“mwo? Cish kau fikir aku pembantu mu, pulang saja sana ke drom mu” teriaknya dari arah dapur, sebenarnya tidak perlu berteriak, karena jarak dari ruang tengah ke dapur hanya beberapa meter saja.
“kau mengusirku yessa-a?” tanyaku padanya.
“kau cukup pintar untuk mengartikannya” ucapnya yang sudah duduk di sampingku dengan satu gelas coklat panas di tangannya, sama sekali tidak membuat minuman untukku.
“hey apa kau marah hanya karna aku mematikan laptopmu?” tanyaku padanya, aku mengubah posisi dudukku ke arahnya, tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk melihat paras cantiknya.
“kau bilang ‘hanya’?” katanya dengan mata membulat sempurna “kau menutup bacaan yang aku belum selesai baca, kau membuatku berhenti mendengarkan suara merdu hongki oppa, dan kau. . aish sudahlah kau menyebalkan” ucapnya gusar sambil meletakkan coklat panas yang baru beberapa teguk di minumnya.
“aku datang  jauh-jauh kesini di tengah dinginnya hari, dan begini cara menyambut kekasihmu kim yessa?” kataku sambil membenarkan poninya yang sedikit berantakan. “kau benar-benar tidak merindukanku huh?” tanyaku sambil menatap bola matanya yang berwarna hitam pekat.
Matanya sedikit menerjap, dia paling tidak suka di tatap, bahkan ketika berbicara pada orang dia jarang menatapnya langsung, hanya orang-orang yang di anggapnya nyaman yang bisa di tatapnya.
“jangan bertanya hal-hal yang sudah kau tau jawabannya oppa” jawabnya ketus
“kau merindukanku eh? Kenapa tidak memelukku?” kataku menggoda
“kau ingin aku tendang?”
“aku ingin kau cium” jawabku masih tetap menggodanya.
“berhentilah bergaul dengan monyet gunung itu, otakmu jadi  ketularan yadong”
“jinja? Kalau begitu aku akan bergaul dengan donghae, agar bisa romatis dihadapamu”
“lebih baik kau bunuh aku” jawabnya sengit.
“hey kau kenapa sebenarnya?” tanyaku serius sambil menarik dagunya agar melihat ke araku, aku melihat tatapan matanya yang sedikit meredup, apa cerita yang baru saja di bacanya sangat sedih? Dia memang terlalu terbawa perasaan jika sudah menghayati suatu fanfic.
“hanya sedikit berfikir, tadi aku membaca katanya berpacaran dengan seorang idola itu lebih banyak dukanya dari pada sukanya, ketika kau merindukannya, kau tidak bisa berbuat apa-apa, tapi ketika dia merindukanmu, dengan seenaknya dia mendatangimu dan mengganggu aktifitasmu, tidak peduli seberapa besar kekesalanmu, kau akan memaafkan dia begitu saja karna alasan konyol kau juga merindukannya”
“kau menyesal menjadi yeojachinguku?” Tanyaku sedikit khawatir, aku tau hubungan ini tidak menyenangkan, aku selalu meninggalkannya dalam waktu yang cukup lama, bahkan terkadang aku tidak cukup waktu untuk menghubunginya dalam sehari karena padatnya jadwalku.
Seulas senyum terukir di bibir mungilnya “aku sangat beruntung memilikimu” jawabnya, aku dapat merasakan ketulusan dari ucapannya “tapi aku juga merasakan apa yang penulis itu rasakan” tambahnya.
“apa aku menyebalkan?”
“sangat” katanya sambil mengangguk “oppa kau dekat dengan yoo so young?” tanyanya dengan mata berbinar, selalu seperti itu jika dia ingin mengetahui sesuatu, matanya merupakan daya tarik, tidak ada yang berani menolak permintaannya jika sudah melihat matanya. Bahkan seorang  kim heechul selalu menuruti keinginannya sebelum dia berangkat wamil.
“dia teman dekatku, wae? Kau cemburu?” kataku menyelidik, dia bukan tipe yeoja yang mengungkapkan kecemburuannya secara gamblang, lebih sering menyimpannya rapat-rapat seorang diri.
“dia sangat cantik, kenapa kau tidak bersamanya?” ucapnya polos, tidak sedikitpun raut cemburu terpancar dari wajahnya, ya tuhan kekasih macam apa dia? Sangat senang menjodohkanku dengan orang lain.
 “kenapa kau mau aku bersamanya?” tantangku, tidak biasanya aku seperti ini, biasanya aku akan memasang muka cemberut karena keinginan anehnya, tapi kali ini aku ingin mendengarnya lebih banyak bicara.
“eonni so young itu cantik meskipun tanpa make up, aku melihat ketulusan terpancar dari wajahnya, dan yang lebih penting dia itu”
Belum sempat di meneruskan kata-katanya tanganku sudah bergerak meraih tekuknya dan menempelkan bibirku di bibirnya, tidak lama, hanya beberapa detik aku melumat bibirnya, rasa coklat, mungkin karena tadi dia habis meneguk coklat panas.
Memang bukan pertama kalinya aku menciumnya, tapi aku dapat melihat dia menundukan wajahnya dalam-dalam untuk menghindari tatapanku. Aku langsung meraih tubuhnya masuk ke dalam dekapanku.
“setiap kau menjodohkanku, setiap itu pula aku akan menciummu” kataku sambil mengelus rambut panjangnya.
“yak!! Kau menyebalkan kim jongwoon” ucapnya di dalam pelukanku. Aku tertawa kecil mendengarnya.
“aku tidak suka kau menjodohkanku dengan gadis lain, memangnya kau tidak mencintaiku huh?”
“tentu saja pabo, siapa yang tidak mencintai yesung super junior” ucapnya setengah meledek, kini dia sandarkan kepalanya di dadaku, seperti dia sudah nyaman berada di dekapanku.
“seberapa banyak?” pancingku, dia mendongakkan kepalanya untuk  menatap mataku, aku tersenyum manis ke arahnya, sedangkan dia malah membuang mukanya dan menenggelamkan kembali kepalanya di dadaku.
“aku bosan menjawabnya” keluhnya.
“ayolah, aku senang mendengarnya” kataku sedikit merajuk, entah mengapa sifat kekanak-kanakanku sering keluar begitu saja jika bersamanya, sedikit memalukan memang, tapi  aku tidak peduli, bermanja-manjaan dengannya sangat menyenangkan :p
Dia berusaha melepaskan pelukanku tapi tidak ku biarkan, lagi-lagi dia mengalah di dalam dekapanku
“sebanyak elf yang tersenyum padamu, sebanyak itu pula aku mencintaimu” jawabnya pelan, sudah berkali-kali aku mendengar kalimat ini meluncur dari bibirnya, tapi aku tidak pernah bosan mendengarnya.
“lalu jika tidak ada elf yang tersenyum padaku kau akan berhenti mencintaiku?” tanyaku sambil menaruh daguku di puncak kepalanya.
“bukankah aku seorang elf? Aku akan tersenyum padamu sampai aku tidak bisa tersenyum lagi ,dengan begitu aku tetap mencintaimu” jawabnya lagi. “seberapa banyak kau mencintaiku” Tanyanya  spontan, baru kali ini dia bertanya seperti ini, aku sedikit gelagapan mendengarnya, jujur saja aku bukan tipe namja yang bersikap romatis, ah bodoh kenapa selama ini aku tidak bergaul dengan donghae
“sebanyak hembusan nafasku, sebanyak aku berkedip sepanjang hari, heem sebanyak” belum sempat  aku melanjutkan ucapanku, sebuah tangan langsung mendekap mulutku, memaksaku untuk berhenti bicara. Dia melepas pelukanku dan menatapku dengan sorot mata penuh kegelian.
“aish stop oppa, aku merasa itu bukan dirimu” ucapnya sambil tertawa lebar.
“hahaha wae? Bukankah itu romantis?” tanyaku padanya, meskipun dia sering tergila-gila pada bacaan yang romantic, tapi jika ada yang mempraktekkannya secara langsung justru dia akan ilfeel setengah mati
“cish aku akan terbuai jika yang mengatakan itu joo ji hoon, kau tau?  Kata-kata  romantic yang keluar dari mulutmu justru terdengar mengerikan” katanya dengan tampang innocent.
“jadi joo ji hoon mu itu lebih baik dari aku?”
“tentu saja, dia tampan, dingin, senyumnya seperti malaikat” pujinya dengan senyum mengembang, kalau biasanya aku sangat senang melihat senyumnya, tapi untuk kali ini tidak, aku tidak akan ikut tersenyum saat dia memuji namja lain.
 “kalau begitu kenapa kau tidak jadi yeojachingunya saja” kataku kesal, ku rebahkan kepalaku ke sandaran sofa dan ku dongakkan kepalaku untuk melihat langit-langit apartemen, sama sekali tidak berniat melihat wajahnya yang berbinar ketika memuji namja lain.
“bodohnya aku tidak pernah bisa” ucapnya pelan sambil menyandarkan kepalanya di bahuku, tidak biasanya dia bersikap manja padaku “ji hoon oppa memang tampan, tapi dia tidak pernah muncul untuk ku rindukan, senyumnya memang menawan tapi ada senyum seseorang yang selalu membuatku hatiku tertawan, sebanyak apapun aku membaca novel, sesering apapun aku terpesona dengan sikap kyu oppa di fanfic, sebanyak apapun drama yang membuatku memuji namja tampan, tapi tetap saja seorang namja yang bernama kim jongwoon mendominasi tempat di hatiku, di pikiranku, bahkan di setiap hembus nafasku”
Tubuhku sedikit menegang mendengar ucapannya, bahkan jantungku nyaris meloncat dari tempatnya, ada apa dengannya, ini pertama kalinya dia bersikap gamblang terhadap perasaannya, dia bahkan tidak pernah menelfonku duluan untuk sekedar mengucapkan selamat malam, selalu aku yang memulai duluan, untuk ukuran yeoja dia itu sangat kaku, nyaris terkesan dingin, kesan yang pertama yang kalian lihat jika bertemu dengannya adalah dia tidak mencintaiku, karena sifatnya yang seperti itu.
Ku gerakan tubuhku agar bisa melihat ekspresinya, tapi dengan sigap dia mencegah, membiarkanku agar tetap pada posisi semula, menatap langit-langit sambil mendengarkannya berbicara.
“mungkin aku bukan tipe yeoja yang kau idamkan, aku terlalu kaku untuk sekedar mengucapkan saranghae atau bogoshipo, yang aku bisa lakukan hanya bersikap dingin dan angkuh, tapi itu semua ku lakukan karena aku tidak tau harus bersikap apa di hadapanmu”
“kau tau kenapa aku sering menjodohkanmu pada gadis lain? Karena aku merasa tidak pantas bersanding di sampingmu, kau terlalu sempurna bahkan kau terlalu menyilaukan untukku, yeoja mana yang tidak memuji mu? Seorang yesung super junior dengan suara emasnya dan tampang imutnya” ucapnya pelan.
“berhenti berbicara atau aku akan menciummu” ancamku ketika melihat mulutnya sudah terbuka untuk melanjutkan kata-katanya yang semakin mengawur.
Detik itu juga dia langsung membungkam mulutnya dengan telapak tangannya dan menatapku tajam seakan ingin menerkam. Aku langsung menyungingkan smirkku ke arahnya.
“BERHENTI BERSIKAP MESUN OPPA!” teriaknya kesal sambil melempar bantal sofa ke arahku.
“berhenti berbicara yang tidak-tidak yessa-a, berhenti menyakiti dirimu sendiri dengan pikiran-pikiran bodohmu”
“aku memang bodoh, berhentilah menjadi kekasih seorang gadis bodoh”
“aku tidak bisa, salahkan saja kenapa gadis bodoh itu selalu berkeliaran di pikiranku”
“kalau begitu cobalah pikirikan yeoja-yeoja cantik, dengan begitu gadis bodoh itu akan hilang dari pikiranmu”
“tidak bisa, gadis bodoh itu sudah membangun pagar pembatas di otakku sehingga tidak ada seorang yeoja pun yang dapat menembusnya” jawabku tidak mau mengalah.
“kau menyebalkan” ucapnya kesal, sepertinya di sudah menyerah adu mulut denganku.
“gomawo”
“pergi dari apartemenku” katanya kesal
“pantatku sudah menempel, jadi tidak bisa” jawabku asal
“OPPA!!!”
“wae?”
“aku membencimu”
“nado, saranghae”
“kim jongwoon pabo pabo pabo”
“ne , aku memang tampan, jangan di ucapkan berkali-kali”
“aku bisa gila” dengusnya kesal
“gila karena memikirkanku” sahutku
“cish, terserah kau sajalah” ucapnya putus asa
“hey kau tau kenapa aku menyukai musim gugur?” tanyaku sambil merebahkan kepalaku di pangkuannya, dia sama sekali tidak menolak.
“wae?” Tanya acuh, sepertinya dia marah padaku.
“karena setiap daun yang berguguran selalu mengingatkanku padamu” ucapku, semburat berwarna merah langsung muncul di kedua pipinya membuatku tidak kuasa menahan tawa, tiba-tiba saja sebuah bantal  mendarat di muka menghentikan tawaku, aku berusaha menyingkirkan bantal itu tapi tidak bisa, sebuah tangan menekannya dari atas.
“yak! Lepaskan aku bisa mati pabo” kataku sambil berusaha melepaskan bantal  yang di tekannya.
“aku hanya bercanda, lepakan yessa~a” ucapku memohon, aku yakin suara yang keluar dari mulutku tidak jelas, karena mulutku tertutup dengan bantal sialan itu.
“sejak kapan kau belajar menggombal hah?” tanyanya setelah melepaskan bantal dari mukaku.
“sejak mengenalmu” jawabku lagi-lagi menggodanya.
“kau tau seberapa banyak butir salju yang turun di musim dingin?” Tanya dengan raut wajah serius
“tidak tau” jawabku acuh, cih dia pikir aku kurang kerjaan sampai-sampai menghitung salju yang turun.
“sebanyak aku merindukanmu setiap hari” ucapnya sambil tertawa lebar
Mataku melebar mendengar ucapannya, aigoo gadisku sudah bisa menggombal rupanya.
“Ottokhae? Hahaha aku tidak kalahkan darimu kan?” ucapnya sambil menjulujurkan lidahnya ke arahku.
“cukup bagus” jawabku sambil menjepit hidungnya dengan kedua jariku “kau bisa diam tidak?” kataku padanya.
“tentu saja bisa” jawabnya mantap
“diam di hatiku aja, jangan kemana-mana lagi”
“huahahahaha kau konyol oppa” katanya tidak kuasa menahan tawa.
“oppa, kau made in korea  ya?”
“tentu saja, aku warga korea asli” jawabku  bangga
“oh, aku kira made for me” ucapnya sambil tertawa geli
“jagiya~a antar aku rontgen”
“untuk apa? Memang kepala besarmu kenapa?” tanyanya setengah becanda
“biar kau tau kalau isi pikiranku isinya tentangmu semua” jawabku sambil tersenyum manis ke arahnya.
“hahaha cukup oppa, perutku sakit sedari tadi tertawa terus”
“kau senang hari ini?” tanyaku padanya, sesekali tanganku bergerak membetulkan letak poni yang mengganggu penglihatannya.
“tentu saja, gomawo oppa” ucapnya sambil tersenyum manis
Kalian tau apa yang terindah dalam hidup? Melihat senyum tulus dari orang yang kita sayangi, tidak perlu benda berharga, tidak perlu restoran mewah, asal kau bisa membuatnya nyaman dan senang, di situ kau akan menemukan keindahan.
-FIN-

Senin, 05 Desember 2011

ff abal2

kim yessa

kim jongwoon
- kim yessa pov -
Aku menggeliat dalam tidurku, merasakan sinar matahari masuk ke kamarku tanpa permisi lewat gorden yang tidak tertutup sempurna, aku mendesah sebentar, tidak bisakah matahari itu libur sehari saja dan tidak mengganggu tidurku? Omo, aku rasa aku mulai gila. Aku meraba-raba meja kecil yang ada di samping tempat tidurku, mengambil jam weker yang ada di atasnya, aku langsung membulatkan mataku saat jam menunjukan pukul 8 lewat 5 menit, oh tuhan aku tidak ingin meninggalkan sarapanku.
Aku langsung berlari ke arah balkon dengan cepat, dengan tergesa-gesa membuka jendala besar yang menjadi sekat antara kamarku dengan balkon, aku merasakan angin langsung menyapukan hembusannya ke arahku, membuatku sedikit begidik merasakan sensasi dinginnya, tapi aku tidak memperdulikan itu, aku langsung melayangkan padangan ku ke bawah apartemen, aku harap dia belum berangkat, mengingat aku telat 5menit dari jadwalnya, ah aku melihatnya, menemukan sarapanku, dia memakai kemeja berwarna hitam dengan tangan di gulung, celana jeans dengan warna senada, dan sepatu kets, oh tuhan mengapa dia semakin hari semakin tampan.
Ya aku tau, pasti kalian mengganggapku gila kan? Kalian pasti pikir aku gadis aneh bukan? Kalian berfikir aku akan sarapan dengan setangkup roti dan segalas susu hangat bukan? Ah tidak, itu sarapan 2 tahun yang lalu sebelum aku mengenalnya, sekarang sarapanku adalah melihatnya secara diam-diam dari apartemenku saat dia akan berangkat untuk menjalankan aktifitasnya. Ada rasa senang ketika melihatnya sehat dipagi hari, aku tau dia lelah, karena aku sering melihat muka pucatnya ketika malam hari, dan itu menyesakkan untukku.
Kau penasaran siapa aku? Aku hanyalah gadis bodoh yang sudah 2 tahun belakang ini mencintai seorang namja secara diam-diam, melihatnya adalah kebutuhan untukku, melihat senyumnya adalah bonus untukku, dan mendengar suaranya adalah keajaiban untukku, aku sangat suka mendengarnya bernyanyi, suaranya seakan menyihirku, dia selalu menyanyikan sebuah lagu dengan hatinya, itu yang membuatku semakin tergila-gila padanya. kalian pasti penasaran kan siapa namja itu? Oh ayolah, aku yakin kalian pasti mengenalnya, siapa yang tidak mengenal yesung super junior? Namja yang suaranya paling bagus dalam di dalam grupnya, yah meskipun aku tau lead vocal super junior di pegang oleh seorang cho kyuhyun, tapi buatku suara namja itu tetap yang paling bagus.
Lalu kenapa aku bisa berada di apartemen yang sama dengan super junior? Oh aku lupa memperkenalkan diri pada kalian, annyeong, kim yessa imnida, seorang mahasiswi di seoul university dan  keponakan dari seorang lee soman, kalian pasti tidak percaya bukan? Bahkan margaku saja berbeda dengannya, aku memakai marga dari eomma ku, lalu kenapa aku tidak memakain marga dari appa ku? Aku ingin nama margaku sama namja itu, konyol bukan? Lalu kemana kedua orangtua ku? Ah mereka sudah bercerai dari dua tahun yang lalu, entah karena alasan apa aku juga tidak mengerti dan tidak ingin mengerti, aku tau mereka memperbutkanku untuk tinggal dengan salah satu dari mereka, tapi aku meminta untuk tinggal di apartemen ini, alasannya? Tentu saja karena namja itu, aku melihatnya di majalah ketika hari perceraian orang tua ku, entah mengapa aku tersenyum melihatnya, senyum pertama yang tercetak di bibirku setelah sekian lama aku murung karena tidak menerima keputusan orang tua ku untuk bercerai, dan semenjak itu, aku ingin melihatnya setiap hari, karena aku yakin aku akan bahagia jika melihatnya setiap hari.
Aku selalu meminta jadwal super junior dan khususnya jadwal namja itu pada pamanku, lalu menempelnya di dinding apartemenku, jika dia ada jadwal pagi aku akan bangun pagi-pagi, terkadang aku hanya melihat van-nya berjalan menjauh ketika dia berangkat dari basement, tapi kali ini keberuntungan memihakku, dia menunggu van-nya di depan apartemen, sehingga memudahkanku untuk melihatnya. Aku bisa saja menggunakan kekuasaan pamanku untuk bermain ke dalam dromnya yang berada di samping kamarku, tapi aku tidak ingin, aku menutupi semua identitasku, aku tidak ingin seluruh penghuni apartemen ini memperlakukanku istimewa hanya karena aku keponakan dari lee sooman.
“ kau tidak bosan melihatnya?” Tanya sebuah suara yang membuatku langsung menoleh, omo, apa aku bermimpi? Seorang kim ryeowook menyapaku, ah sepertinya dia memergokiku yang sedang menatap hyungnya.
“ aku selalu suka menghirup udara pagi seperti ini” jawabku berkilah, menyembunyikan rasa gugupku seperti seseorang yang tertangkap basah mencuri di bank.
“ menghirup udara pagi apa menikmati sarapanmu eh?” katanya dengan suara mengejek, ya tuhan sejak kapan dia tau kalau aku menganggap hyungnya sebagai sarapan pribadi ku? Apa dia seorang peramal?
“ tidak perlu menjadi seorang peramal untuk mengatakan apa yang barusan saja keluar dari mulutku” katanya lagi-lagi dia membaca pikiranku “kau melihat hyungku seperti sebuah sarapan di pagi hari, dan menatapnya sebagai makan malam yang nikmat ketika di malam hati” lanjutnya dan sebuh senyum mengejek tercetak jelas di bibirnya.
Aku menghembuskan nafasku dengan berat, ingin sekali aku melempar sandal yang aku pakai ke balkon sebelah dimana sekarang dia sedang berdiri.
“sejak kapan kau tau?” Tanya ku tajam
“semua orang tau kebiasaan mu nona” lagi-lagi terdengar nada mengejek dalam suaranya “bahkan kami menyebutmu hantu kamar sebelah” tambahnya sambil menahan tawa.
“kami?” Tanya ku shock “mak. . maksudmu seluruh hyungmu tau kebiasaanku?”
“wae? Kau kaget nona?”
“ba. . ba. . bagaimana bisa?” Tanya ku lagi-lagi dengan suara tergagap,  aish kenapa suaraku tiba-tiba menghilang begini, ayolah kim yessa, kau harus mengontrol dirimu, bisa saja kim ryeowook itu hanya menggodamu.
“bagaimana kalau posisinya dibalik nona?” katanya sambil menaikkan kedua alisnya “bagaimana jika ada seorang namja yang memperhatikanmu secara diam-diam selama dua tahun, apa kau tidak akan menyadarinya?”
“apa dia tau kalau aku memperhatikannya?” kataku panik setengah mati dengan suara lemah.
“ ani, hyung hanya tau ada gadis yang selalu memperhatikan super junior, bukan mamperhatikan seorang kim jong woon”
Aku mengehembuskan nafas lega ketika mendengar kalimat terakhir yang terlontar dari mulutnya, setidaknya itu melegakan untukku, aku tidak ingin dia mengetahui keberadaanku, bukan, bukan tidak ingin, tapi aku belum siap menghadapinya, lidahku terlalu kelu untuk berbicara dengannya.
“ syukurlah, aku harap kau tidak memberi tau nya” kataku dingin, sambil berjalan pelan untuk masuk kembali kedalam kamarku.
“ tapi bagaimana kalau aku ingin memberi tau hyung?” katanya dengan suara menantang dan sukses membuatku berbalik ka arahnya, aku yakin jika dia tau aku keponakan lee sooman dia tidak akan berani bermain-main denganku.
“kau mengancamku?”
“ani, aku hanya berandai-andai” jawabnya acuh, aish ternyata seorang kim ryeowook begitu menyebalkan, apa dia tertular pengaruh magnae setan itu?
“lebih baik kau simpan angan-anganmu kim ryeowook-ssi, aku sedang tidak ingin bermain-main, dan satu lagi, itu hak ku untuk memperhatikannya secara diam-diam” kataku tajam, aku tidak suka jika ada orang lain yang mengusik kehidupanku.
“apa kau tidak lelah mencintainya secara diam-diam? Bagaimana kalau hyung juga memperhatikanmu?” tanyanya lagi, kenapa namja ini senang sekali bertanya? Membuatku pusing saja.
“itu urusanku, dan aku tidak ingin bermimpi kim ryeowook-ssi, annyeong” kataku mengakhiri pembicaraan ini, aku tidak ingin dia bertanya lebih banyak tentang perasaan ku terhadap kim jong woon.

- kim jong woon pov –
Aku berdiri di depan apartemen untuk menunggu van yang akan menjemputku, aku mengadahkan kepalaku ke atas, berharap menemukan seseorang yang biasa berdiri di balkon ketika super junior akan berangkat, ah tapi sepertinya dia tidak ada, ada sedikit rasa kecewa di dalam hatiku.
“ yesung-ah ayo masuk” aku mendengar perintah managerku dari dalam van
“bisa kita menunggu lima menit?” tanyaku sambil menundukan kepalaku agar bisa melihat wajah manager dari dalam van
“kau menunggu seseorang?” tanyanya penasaran.
“yah, mungkin” jawabku dengan sedikit berharap.
Aku kembali mengadahkan kepalaku ke atas, berharap dia muncul sebelum aku berangkat, entahlah melihat wajahnya dari jauh seperti sebuah kebutuhan bagiku, dan aku tidak mengetahui sejak kapan ini berlangsung, aku bahkan tidak mengenal namanya, kami memanggilnya dengan sebutan hantu kamar sebelah, kalian tau siapa yang memberi julukan itu? Tentu saja sang magnae kurang ajar itu, dia memberi julukan itu bukan tanpa sebab, karena gadis itu hanya terlihat di pagi hari ketika kami berangkat dan malam hari ketika kami pulang dari rutinitas yang melelahkan.
Ah itu dia, aku melihatnya samar sedang berdiri di depan balkon, gadis itu masih mengenakan piyamanya dan rambutnya masih acak-acakan, ya tuhan dari jarak sejauh ini saja aku merasakan pesonanya, apalagi jika aku melihatnya dari jarak dekat? Ah aku rasa aku bisa pingsan.
“yesung-ah sampai kapan kau mau lihat ke atas hah? Kau mau lehermu patah?”
Aku mendengus mendengar ucapan tajam dari sang manager, ah bisakah dia enyah dari hadapanku detik ini juga? Tidak bisakah dia membiarkanku menatap gadisku? Ah sepertinya aku mulai gila.
“ yesung-ah cepatlah, kita sudah terlambat”
“ne, hyung” kataku dengan nada sedikit tidak rela, dan masuk ke dalam van.
Aku membuka twitterku dan meng-upload foto selcaku, sedikit fan service untuk para elf di seluruh dunia aku rasa menyenangkan, setidaknya dapat mengusir rasa bosanku selama perjalanan. Membaca mention yang masuk, mereka semua memujiku tampan, hahaha seluruh yeoja di dunia memang selalu bilang aku ini tampan, kau juga termasuk bukan?
“kenapa kau tersenyum sendiri eh? Kau memikirkan gadis itu?” Tanya manager dengan suara mengejek.
“ani, aku sedang membaca mentionku, dan semua bilang aku tampan” jawabku sambil tertawa
“aish narsis sekali kau” katanya sambil menggelengkan kepala
Aku kembali berkutat dengan I-phone ku, kini aku sudah menglog-out twitterku, dan berkutat dengan game, ah si setan itu sudah meracuni otakku dengan bermain game, aku mempause game ku saat mengetahui ada pesan dari wookie.
From wookie :
Kau tau hyung? Aku tadi berbicara dengan hantu kamar sebelah ^^
Sontak aku langsung membulatkan mataku, dengan lincah aku langsung menggerakkan tanganku menekan layar i-phone untuk membalas pesannya.
To : wookie
Ah jinca? Kau tidak sedang membualkan wookie-ah? Bagaimana wajahnya jika di lihat dari dekat? Bagaimana suaranya?
Aku menatap layar I-phone ku dengan gusar, sudah satu menit yang lalu aku mengirim pesan tapi belum ada tanda wookie membalas pesanku, aish kemana anak itu, bukankah hari ini dia tidak ada jadwal, dia ingin mempermainkanku?
From : wookie
Cantik, sangat cantik, tatapannya tajam namun terkesan teduh, dan dia sepertinya tidak suka berbicara padaku  -_-
Aku mengerutkan dahiku saat membaca balasan dari wookie, tidak suka berbicara dengan wookie? Hem bagaimana kalau kau berbicara denganku gadis manis, aku ingin melihat wajahmu dan mendengar suaramu, ah membayangkannya saja sudah membuatku mabuk kepayang.

- kim yessa pov –
Aku berjalan dengan kepala tertunduk menyusuri lobby apartemen, hari ini sangat melelahkan, terlebih lagi aku tidak melihatnya dipagi hari, yah namja itu tidak ada jadwal hari ini, jadi aku tidak akan bisa melihatnya seharian, kecuali aku dengan nekat mengetuk pintu dromnya dan dengan senyum mengembang bilang aku ingin bertemu dengannya, tidak itu bukan gaya ku, aku tidak mempunyai keberanian sebesar itu, melihatnya dari jauh saja sudah membuat kakiku mendadak lumpuh saking lemasnya, apalagi bertemu dengannya dari jarak dekat, bisa-bisa aku di pikir orang autis olehnya karena tidak mampu mengendalikan dengan diri baik dihadapannya.
Aku menimang-nimang buku tebal yang ada di tanganku, seharian ini jadwal kuliahku sangat padat, membuatku harus menguras lebih tenagaku lebih banyak, ah coba aku bisa melihat senyumnya hari ini, bisa di pastikan lelah yang melandaku meluap begitu saja. Karena senyumnya merupakan obat penenang untukku, dan suaranya merupakan multivitamin untukku, entahlah, tidak mendengar nyanyian sehari saja itu akan membuatku sakit kepala, suara lembutnya sudah menjadi candu untukku.
Oh tuhan apa kau mendengarkan keluh kesahku saat ini? Aku melihatnya!!!! Aku melihatnya dari jarak dekat, oh my god, aku bahkan ingin menangis saat ini juga ketika melihatnya, aku memang merindukannya hari ini, merindukannya hingga aku nyaris tidak bisa bernafas, aku memang ingin melihat senyumnya, tapi bukan seperti ini, melihatnya tersenyum ketika mengacak-acak rambut seorang yeoja,  tuhan bisakah kau menenggelamkan aku sekarang juga?.
Ingin rasanya aku membanting semua bukuku dan berlari kearahnya lalu menariknya dari yeoja itu dan membawanya pergi sekarang juga, tapi semua itu tidak mungkin aku lakukan, aku bukan siapa-siapanya, aku hanya pengangumnya yang senantiasa melihatnya selama dua tahun ini.
Aku menyembunyikan diriku di dinding , memejamkan mataku rapat-rapat untuk menetralisir rasa sakit dihatiku, jadi inikah rasa sakit hati? Selama ini aku bisa menahannya saat melihat fancam mereka di youtube, tapi melihatnya secara langsung seperti ini aku tak menyangka rasa sakitnya lebih dalam, seakan ada ribuan jarum yang tertanam dihatiku saat ini.
“mencintainya diam-diam bukan berarti kau menangisinya diam-diam juga nona”
Aku langsung membuka mataku ketika mendengar suara dingin itu, aku memiringkan wajahku untuk menilai namja yang berdiri menjulang di hadapanku, ah namja itu, siapa yang tak kenal dia? Bahkan hampir semua orang tergila-gila padanya, tapi tidak denganku, karena hatiku sepenuhnya telah di rampas oleh seorang kim jong woon.
“siapa yang mencintai siapa?” tanyaku sambil menaikan kedua alisku, aku tidak ingin terintimidasi untuk kedua kalinya, cukup kemarin kim ryeowook, tidak ku biarkan orang lain mengetahui rahasiaku.
“cih, masih menyangkal? Bahkan tertera jelas di jidatmu kalau kau mencintai hyungku” katanya tanpa mengalihkan pandangnya dari pspnya, astaga bukan hanya kelakuannya yang seperti setan tapi mulutnya tak kalah panas dari setan.
“kau sedang bergurau tuan cho? Sebaiknya kau tamatkan saja game-mu dan jangan mencampuri urusanku” jawab ku tajam, lalu berjalan dengan kesal ke arah lift.
“game ku sudah tamat dari dua hari yang lalu” katanya santai, dan sukses membalikkan tubuhku untuk kembali menghadapnya, dan dia tersenyum mengejek ketika melihatku berbalik.
“sebaiknya kau manfaatkan waktumu sebaik mungkin, kau tau bukan, kalau namja aneh yang kau suka itu sebentar lagi akan wamil”
Aku terdiam, tidak lagi membalas ucapan kyuhyun, perkataannya tentang wamil membuatku tertohok, aku selalu menutup telinga ketika ada kabar yang mengatakan bahwa namja itu akan berangkat wamil, aku belum siap tidak melihatnya di sepanjang hariku. Air mataku nyaris terjatuh saat ini juga, tapi aku menahannya sekuat tenaga, tidak ingin namja tengil ini tertawa melihat kelemahanku.
“kau takut? Takut tidak bisa melihatnya lagi? Tidak ada yang mengetahui apa dia akan tetap hidup selama proses wamil, kau tahu kan?” ocehnya panjangn lebar, aku langsung menutup telingaku, tidak ingin pikiranku berimajinasi dengan bebas tentang orang yang ku sayangi saat wamil.
“DIAM KAU CHO KYUHYUN” teriak ku kencang, aku bisa merasakan orang-orang kini menatap kami, bahkan mataku tadi beradu pandang dengannya, hancurlah sudah image ku di depan kim jong woon, dia pasti akan menyangka aku gadis yang labil karena berteriak tanpa sebab pada dongsaengnya.
Aku mengumpat pelan, menundukkan wajahku dalam-dalam agar dia tidak bisa melihat wajahku dengan jelas, aku mengetuk-ngetuk buku tebal ke jidatku, ah kenapa aku harus berteriak seperti itu?  Aku pasti terlihat bodoh sekali sekarang, dan kau, harus mengingatkan aku untuk membunuh manusia yang bernama cho kyuhyun.
“hentikan, ini bisa menyakitimu pabo” ucap kyu sambil menahan buku yang ada di tanganku agar tidak menghantam jidatku lagi dan mengacak-acak rambutku “masuk lah kedalam lift, kau tidak ingin dia melihatmu menangis bukan?” tambah kyu, sambil mendorong paksa tubuhku ke arah lift yang terbuka.
“aku tidak menangis pabo” umpatku kesal
“tapi matamu sudah memerah nona, dan satu lagi, hyung tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan yoona, jadi kau tenang saja” katanya sambil tersenyum manis ke arahku, baru aku ingin memprotes tapi pintu lift sudah terlebih dahulu menutup.

- kim jong woon pov –
“DIAM KAU CHO KYUHYUN”
Aku langsung menghentikan obrolanku dengan yoona ketika mendengar teriak itu, aku langsung mengedarkan pandanganku untuk mencari sumber suara, dan aku menemukannya. Bahkan beberapa detik mataku bertemu dengan matanya, aku melihat matanya memerah, ada sorot kemarahan dan sedih dimatanya.
Aku memincingkan mataku agar bisa melihatnya dengan jelas, tapi sayang dia langsung menunduk dan menghantamkan buku yang di bawanya ke jidatnya sendiri, aku yakin dia penghuni kamar sebelah, yah meskipun aku tidak pernah melihatnya secara langsung tapi aku yakin itu dia, entahlah seperti ada getaran dihatiku ketika melihatnya.
“oppa, kau kenapa?” Tanya yoona, sepertinya dia sedikit kesal karena aku tidak mendengar ceritanya.
“tidak apa-apa” jawabku singkat sambil terus menatap gadis itu dan aku juga bisa melihat ada setan kecil itu disana. Apa sebenarnya hubungan mereka? Kenapa gadis itu teriak-teriak pada kyuhyun? Apa setan itu mengganggu gadisku? Astaga cho kyuhyun tamat riwayatmu jika itu benar.
Di depanku yoona menghentakkan kakinya dengan kesal, yah dongsaengku yang satu ini memang tidak suka di abaikan, tapi aku juga tidak ingin mengabaikan gadisku, entah sejak kapan dia jadi prioritas utama dalam pandanganku. Aku meremas tangan dengan kesal ketika melihat tangan kyu mendarat di kepala gadisku dan aku lihat gadis itu seperti merajuk pada kyu, ya tuhan ingatkan aku untuk mematahkan tangan setan kecil itu.
“annyeong yoona~a” sapa kyuhyun ketika berjalan ke arah kami dengan senyum sumringahnya, yah ku akui kalo senyum kyu itu sedikit, ehem yah sedikit manis.
“annyeong oppa” balas yoona dengan ramah “kau kesini untuk apa oppa?”
“ menjemput si kepala besar ini untuk latihan” jawab kyu santai.
Dasar magnae kurang ajar, aku langsung memberikan tatapan tajam ke arahnya tapi di abaikan begitu saja, ck menghadapi setan ini memang sangat menyebalkan.
“ah kalo begitu aku pamit dulu, annyeong oppa” pamit yoona sambil melambaikan tangannya.
“ kajja hyung” ajak kyu sambil merangkulkan tangannya ke pundakku, tapi langsung aku tepis karena masih sedikit kesal dengan ulahnya.
“ wae?” Tanyanya ketika aku menipis rangkulannya, aku hanya diam tidak ingin menjawab pertanyaanya, lalu berjalan cepat untuk menghindarinya.
“ Ya!!!! Aku sedang bicara padamu hyung” omel kyu setelah mensejajarkan langkahnya denganku.
“siapa yeoja itu?” tanyaku singkat, aku melihat kyu sedikit menaikan alisnya ketika mendengar pertanyaanku.
“yeoja?” ucapanya sambil berfikir “nugu?”
Astaga apa dia ingin menguji batas kesabaranku? Ck! Apa efek tidak memakan sayuran membuatnya semakin bodoh?
 “yoeja yang beberapa menit lalu kau temui pabo!” ucapku gusar
“ah arayo, yeoja manis yang tadi ku antar ke lift?” Tanya kyu sambil tersenyum manis yang sejujurnya membuat hatiku meringis, dia bilang apa tadi? Yeoja manis? Yak!!! Dia milikku.
“ne” jawabku singkat.
“kau tidak tau hyung kalau dia setan kamar sebelah?”
“yak pabo!! Aku juga sudah tau, maksud ku siapa namanya” ucapku kesal sambil memukul kepala, yah mungkin dengan sedikit pukulan membuat kepalanya sedikit normal.
“molla, aku tidak sempat menanyakannya tadi” jawab kyu sambil mengaruk kepalanya yang aku rasa tidak gatal “ tapi hyung, dia sangat manis”
“kau menyukainya?” cecarku
“ wae kalo aku menyukainya? Apa kau juga menyukainya?”
Asih anak ini tidak bisakah menjawab pertanyaanku saja, kenapa dia suka sekali membalikan pertanyaan -_-
“ani, mana mungkin aku menyukai seseorang yang tidak ku kenal sama sekali” sangkalku, ah aku tidak ingin menceritakan perasaanku pada ember bocor ini, bisa-bisa seluruh drom tau, dan aku di jadikan bahan ejekan selama berbulan-bulan, cukup wookie saja yang mengetahuinya.
“jinca? Bagus kalo begitu, aku jadi tidak mempunyai saingan” jawab kyu santai sambil memasuki lift.
“YAK!!!! Kau bilang apa tadi?” tanyaku gusar, aku rasa darahku sudah berjalan ke kepalaku.
“ani, kajja leeteuk hyung sudah menunggu kita”

Jumat, 02 Desember 2011

who Super Junior ?

siapa sih super junior? jujur itu pikiran pertama pas kenal super junior, tapi kalau kalian tanya saya sekarang, pasti saya akan menjawab * they are the reason I was able to laugh every day * why? entahlah saya sendiri ga tau, semenjak kenal mereka sejak itu saya menyayangi mereka.
tingkah polos mereka, senyum tulus mereka, kerja keras mereka, kekonyolan mereka, sukses membuat saya jatuh hati. dan satu lagi yang membuat saya kagum, seletih apapun mereka, senyum mereka selalu mengembang di hadapan ribuan fansnya.
apa saya seorang ELF? maybe yes maybe no, jujur saya bukan fans yang baik, ga pernah beli album mereka, saya cuma fans abal-abal yang mencintai mereka apa adanya, cuma bisa mengapresiasikan kekaguman saya pada mereka melalu tulisan yang ga seberapa, tapi persoalan saya ELF atau bukan, biarkan tuhan yang tau kekekeke~
berawal iseng-iseng tanya di twitter sama @lee_laah09 lanjut mulai baca-baca fanfic berhubungan tentang mereka, terutama fanfic kyuna semakin membuat saya tergila-gila pada mereka. mulai saat itu saya tau, mereka bukan hanya sebuah idola untuk seseorang tapi mereka adalah INSPIRASI untuk orang-orang yang mencintai mereka.

eun hae moment, sumpah bikin ngakak :) nah yang di tengah paling ganteng kekekeke~
MAMA 2011, gilanya bang eunhyuk nular ke semua member -_-V
who is? he is my husband *di tabok clouds* ada yang lebih menyenangkan selain ngeliat dia? aku rasa tidak :)
namja paling kecil alias magnae super junior, he same with me, ga SUKA SAMA YANG NAMANYA SAYURAN!!! bener kata kyuhyun oppa, buat apa aku makan makanan sapi :p ( mianhae oppa itu kok mukanya nantang minta di cium ya? *polos*)

kebersamaan mereka di sukira (minus siwon oppa) see? senyum mereka selalu terlihat tulus :)

sesuai kata mereka : kami akan tetap menjadi SUPER JUNIOR sampai ELF tidak menginginkan kami lagi.
dan para ELF kompak menjawab : kita akan tetap menjadi ELF  sampai SUPER JUNIOR tidak menginginkan kami lagi.

Gamshamnida oppadeul, terima kasih sudah membuat saya mencintai kalian :)

Kamis, 01 Desember 2011

Yesung


tau siapa namja di atas? yapz! yesung super junior alis kim jong woon
cowok kelahiran 24 agustus 1984 ini merupakan anggota super junior yang mempunyai suara emas.

namja berdarah AB ini di kenal dengan sifatnya yang super aneh >.< tapi itu yang membuat saya suka, UNIK itu satu kata yang menggambarkan sosoknya.
suaranya yang bagus dan penghayatan yang sempurna membuat semua lagu yang di nyanyikannya seakan hidup.

Rabu, 07 September 2011

sebaris kata untukmu

apa sih arti cinta itu?
ada yang bilang CINTA itu perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi
ada juga yang bilang CINTA itu menyenangkan sekaligus menyakitkan


ada juga yang bilang CINTA itu hal yang tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata


tapi dari semua kata-kata di atas buat aku cinta itu KAMU, ya kamu, karna kamu yang membuat aku mengerti cinta itu apa


kamu membuat aku mengerti apa arti senyum seseorang, yah aku selalu bahagia setiap melihat kamu tersenyum, ada rasa kepuasaan tersendiri ketika melihat senyummu, meskipun itu bukan buat aku? yah aku tetap bahagia.. karena aku selalu bahagia ketika melihamu bahagia.


kamu membuat aku mengerti kehadiran seseorang, yah aku selalu menanti dirimu di hadapan ku, melihat caramu berjalan, melihat caramu berbicara dan melihat caramu bercanda, itu semua anugrah yang tak terkira buat ku.


kamu membuat aku mengerti sebuah kata rindu yang selama ini tak pernah aku ketahui, dan sekarang aku tau rindu itu rasa yang menyakitkan, rasa dimana aku ingin melihat keadaanmu tapi tuhan tidak mengkehendaki, rasa dimana aku ingin mendengar suaramu meskipun itu hanya sekilas tapi lagi-lagi itu semua tak mampu aku dapatkan, karna apa? karna aku bukan milikmu.


tapi yang paling penting KAMU membuat aku belajar untuk ikhlas, ikhlas untuk menerima kenyataan bahwa senyummu bukan  untukku, ikhlas untuk menerima kenyataan bahwa kamu mencintai orang lain dengan tulus, ikhlas ketika kamu terluka sudah ada orang lain di sisimu, tapi apa sejujurnya aku ikhlas? TIDAK! aku tak pernah ikhlas, tapi aku berusaha untuk ikhlas.


meskipun aku sudah berusaha ikhlas tapi ada saatnya rasa ikhlas itu meluap begitu saja, karna apa? karna aku mendengar kamu menangis untuk sesuatu yang tak pantas untuk kamu tangisi, aku sudah berusaha lari dari bayang-bayangmu, tapi entah mengapa saat mendengar dirimu menangis ada beribu-beribu batu yang menghujam hatiku, bukan karna aku menganggap kamu bodoh menangis karna seseorang tapi .. entahlah aku tak dapat melanjutkan kata-kata ini karna aku tak akan sanggup.


selama aku bisa, selama aku mampu, aku hanya bisa berkata


jika kamu tak bisa menatap aku, pergi dari kehidupanku, bahagai bersama dia maka akupun akan ikut bahagia.