kim yessa
kim jongwoon
- kim yessa pov -
Aku menggeliat dalam tidurku, merasakan sinar matahari masuk ke kamarku tanpa permisi lewat gorden yang tidak tertutup sempurna, aku mendesah sebentar, tidak bisakah matahari itu libur sehari saja dan tidak mengganggu tidurku? Omo, aku rasa aku mulai gila. Aku meraba-raba meja kecil yang ada di samping tempat tidurku, mengambil jam weker yang ada di atasnya, aku langsung membulatkan mataku saat jam menunjukan pukul 8 lewat 5 menit, oh tuhan aku tidak ingin meninggalkan sarapanku.
Aku langsung berlari ke arah balkon dengan cepat, dengan tergesa-gesa membuka jendala besar yang menjadi sekat antara kamarku dengan balkon, aku merasakan angin langsung menyapukan hembusannya ke arahku, membuatku sedikit begidik merasakan sensasi dinginnya, tapi aku tidak memperdulikan itu, aku langsung melayangkan padangan ku ke bawah apartemen, aku harap dia belum berangkat, mengingat aku telat 5menit dari jadwalnya, ah aku melihatnya, menemukan sarapanku, dia memakai kemeja berwarna hitam dengan tangan di gulung, celana jeans dengan warna senada, dan sepatu kets, oh tuhan mengapa dia semakin hari semakin tampan.
Ya aku tau, pasti kalian mengganggapku gila kan? Kalian pasti pikir aku gadis aneh bukan? Kalian berfikir aku akan sarapan dengan setangkup roti dan segalas susu hangat bukan? Ah tidak, itu sarapan 2 tahun yang lalu sebelum aku mengenalnya, sekarang sarapanku adalah melihatnya secara diam-diam dari apartemenku saat dia akan berangkat untuk menjalankan aktifitasnya. Ada rasa senang ketika melihatnya sehat dipagi hari, aku tau dia lelah, karena aku sering melihat muka pucatnya ketika malam hari, dan itu menyesakkan untukku.
Kau penasaran siapa aku? Aku hanyalah gadis bodoh yang sudah 2 tahun belakang ini mencintai seorang namja secara diam-diam, melihatnya adalah kebutuhan untukku, melihat senyumnya adalah bonus untukku, dan mendengar suaranya adalah keajaiban untukku, aku sangat suka mendengarnya bernyanyi, suaranya seakan menyihirku, dia selalu menyanyikan sebuah lagu dengan hatinya, itu yang membuatku semakin tergila-gila padanya. kalian pasti penasaran kan siapa namja itu? Oh ayolah, aku yakin kalian pasti mengenalnya, siapa yang tidak mengenal yesung super junior? Namja yang suaranya paling bagus dalam di dalam grupnya, yah meskipun aku tau lead vocal super junior di pegang oleh seorang cho kyuhyun, tapi buatku suara namja itu tetap yang paling bagus.
Lalu kenapa aku bisa berada di apartemen yang sama dengan super junior? Oh aku lupa memperkenalkan diri pada kalian, annyeong, kim yessa imnida, seorang mahasiswi di seoul university dan keponakan dari seorang lee soman, kalian pasti tidak percaya bukan? Bahkan margaku saja berbeda dengannya, aku memakai marga dari eomma ku, lalu kenapa aku tidak memakain marga dari appa ku? Aku ingin nama margaku sama namja itu, konyol bukan? Lalu kemana kedua orangtua ku? Ah mereka sudah bercerai dari dua tahun yang lalu, entah karena alasan apa aku juga tidak mengerti dan tidak ingin mengerti, aku tau mereka memperbutkanku untuk tinggal dengan salah satu dari mereka, tapi aku meminta untuk tinggal di apartemen ini, alasannya? Tentu saja karena namja itu, aku melihatnya di majalah ketika hari perceraian orang tua ku, entah mengapa aku tersenyum melihatnya, senyum pertama yang tercetak di bibirku setelah sekian lama aku murung karena tidak menerima keputusan orang tua ku untuk bercerai, dan semenjak itu, aku ingin melihatnya setiap hari, karena aku yakin aku akan bahagia jika melihatnya setiap hari.
Aku selalu meminta jadwal super junior dan khususnya jadwal namja itu pada pamanku, lalu menempelnya di dinding apartemenku, jika dia ada jadwal pagi aku akan bangun pagi-pagi, terkadang aku hanya melihat van-nya berjalan menjauh ketika dia berangkat dari basement, tapi kali ini keberuntungan memihakku, dia menunggu van-nya di depan apartemen, sehingga memudahkanku untuk melihatnya. Aku bisa saja menggunakan kekuasaan pamanku untuk bermain ke dalam dromnya yang berada di samping kamarku, tapi aku tidak ingin, aku menutupi semua identitasku, aku tidak ingin seluruh penghuni apartemen ini memperlakukanku istimewa hanya karena aku keponakan dari lee sooman.
“ kau tidak bosan melihatnya?” Tanya sebuah suara yang membuatku langsung menoleh, omo, apa aku bermimpi? Seorang kim ryeowook menyapaku, ah sepertinya dia memergokiku yang sedang menatap hyungnya.
“ aku selalu suka menghirup udara pagi seperti ini” jawabku berkilah, menyembunyikan rasa gugupku seperti seseorang yang tertangkap basah mencuri di bank.
“ menghirup udara pagi apa menikmati sarapanmu eh?” katanya dengan suara mengejek, ya tuhan sejak kapan dia tau kalau aku menganggap hyungnya sebagai sarapan pribadi ku? Apa dia seorang peramal?
“ tidak perlu menjadi seorang peramal untuk mengatakan apa yang barusan saja keluar dari mulutku” katanya lagi-lagi dia membaca pikiranku “kau melihat hyungku seperti sebuah sarapan di pagi hari, dan menatapnya sebagai makan malam yang nikmat ketika di malam hati” lanjutnya dan sebuh senyum mengejek tercetak jelas di bibirnya.
Aku menghembuskan nafasku dengan berat, ingin sekali aku melempar sandal yang aku pakai ke balkon sebelah dimana sekarang dia sedang berdiri.
“sejak kapan kau tau?” Tanya ku tajam
“semua orang tau kebiasaan mu nona” lagi-lagi terdengar nada mengejek dalam suaranya “bahkan kami menyebutmu hantu kamar sebelah” tambahnya sambil menahan tawa.
“kami?” Tanya ku shock “mak. . maksudmu seluruh hyungmu tau kebiasaanku?”
“wae? Kau kaget nona?”
“ba. . ba. . bagaimana bisa?” Tanya ku lagi-lagi dengan suara tergagap, aish kenapa suaraku tiba-tiba menghilang begini, ayolah kim yessa, kau harus mengontrol dirimu, bisa saja kim ryeowook itu hanya menggodamu.
“bagaimana kalau posisinya dibalik nona?” katanya sambil menaikkan kedua alisnya “bagaimana jika ada seorang namja yang memperhatikanmu secara diam-diam selama dua tahun, apa kau tidak akan menyadarinya?”
“apa dia tau kalau aku memperhatikannya?” kataku panik setengah mati dengan suara lemah.
“ ani, hyung hanya tau ada gadis yang selalu memperhatikan super junior, bukan mamperhatikan seorang kim jong woon”
Aku mengehembuskan nafas lega ketika mendengar kalimat terakhir yang terlontar dari mulutnya, setidaknya itu melegakan untukku, aku tidak ingin dia mengetahui keberadaanku, bukan, bukan tidak ingin, tapi aku belum siap menghadapinya, lidahku terlalu kelu untuk berbicara dengannya.
“ syukurlah, aku harap kau tidak memberi tau nya” kataku dingin, sambil berjalan pelan untuk masuk kembali kedalam kamarku.
“ tapi bagaimana kalau aku ingin memberi tau hyung?” katanya dengan suara menantang dan sukses membuatku berbalik ka arahnya, aku yakin jika dia tau aku keponakan lee sooman dia tidak akan berani bermain-main denganku.
“kau mengancamku?”
“ani, aku hanya berandai-andai” jawabnya acuh, aish ternyata seorang kim ryeowook begitu menyebalkan, apa dia tertular pengaruh magnae setan itu?
“lebih baik kau simpan angan-anganmu kim ryeowook-ssi, aku sedang tidak ingin bermain-main, dan satu lagi, itu hak ku untuk memperhatikannya secara diam-diam” kataku tajam, aku tidak suka jika ada orang lain yang mengusik kehidupanku.
“apa kau tidak lelah mencintainya secara diam-diam? Bagaimana kalau hyung juga memperhatikanmu?” tanyanya lagi, kenapa namja ini senang sekali bertanya? Membuatku pusing saja.
“itu urusanku, dan aku tidak ingin bermimpi kim ryeowook-ssi, annyeong” kataku mengakhiri pembicaraan ini, aku tidak ingin dia bertanya lebih banyak tentang perasaan ku terhadap kim jong woon.
- kim jong woon pov –
Aku berdiri di depan apartemen untuk menunggu van yang akan menjemputku, aku mengadahkan kepalaku ke atas, berharap menemukan seseorang yang biasa berdiri di balkon ketika super junior akan berangkat, ah tapi sepertinya dia tidak ada, ada sedikit rasa kecewa di dalam hatiku.
“ yesung-ah ayo masuk” aku mendengar perintah managerku dari dalam van
“bisa kita menunggu lima menit?” tanyaku sambil menundukan kepalaku agar bisa melihat wajah manager dari dalam van
“kau menunggu seseorang?” tanyanya penasaran.
“yah, mungkin” jawabku dengan sedikit berharap.
Aku kembali mengadahkan kepalaku ke atas, berharap dia muncul sebelum aku berangkat, entahlah melihat wajahnya dari jauh seperti sebuah kebutuhan bagiku, dan aku tidak mengetahui sejak kapan ini berlangsung, aku bahkan tidak mengenal namanya, kami memanggilnya dengan sebutan hantu kamar sebelah, kalian tau siapa yang memberi julukan itu? Tentu saja sang magnae kurang ajar itu, dia memberi julukan itu bukan tanpa sebab, karena gadis itu hanya terlihat di pagi hari ketika kami berangkat dan malam hari ketika kami pulang dari rutinitas yang melelahkan.
Ah itu dia, aku melihatnya samar sedang berdiri di depan balkon, gadis itu masih mengenakan piyamanya dan rambutnya masih acak-acakan, ya tuhan dari jarak sejauh ini saja aku merasakan pesonanya, apalagi jika aku melihatnya dari jarak dekat? Ah aku rasa aku bisa pingsan.
“yesung-ah sampai kapan kau mau lihat ke atas hah? Kau mau lehermu patah?”
Aku mendengus mendengar ucapan tajam dari sang manager, ah bisakah dia enyah dari hadapanku detik ini juga? Tidak bisakah dia membiarkanku menatap gadisku? Ah sepertinya aku mulai gila.
“ yesung-ah cepatlah, kita sudah terlambat”
“ne, hyung” kataku dengan nada sedikit tidak rela, dan masuk ke dalam van.
Aku membuka twitterku dan meng-upload foto selcaku, sedikit fan service untuk para elf di seluruh dunia aku rasa menyenangkan, setidaknya dapat mengusir rasa bosanku selama perjalanan. Membaca mention yang masuk, mereka semua memujiku tampan, hahaha seluruh yeoja di dunia memang selalu bilang aku ini tampan, kau juga termasuk bukan?
“kenapa kau tersenyum sendiri eh? Kau memikirkan gadis itu?” Tanya manager dengan suara mengejek.
“ani, aku sedang membaca mentionku, dan semua bilang aku tampan” jawabku sambil tertawa
“aish narsis sekali kau” katanya sambil menggelengkan kepala
Aku kembali berkutat dengan I-phone ku, kini aku sudah menglog-out twitterku, dan berkutat dengan game, ah si setan itu sudah meracuni otakku dengan bermain game, aku mempause game ku saat mengetahui ada pesan dari wookie.
From wookie :
Kau tau hyung? Aku tadi berbicara dengan hantu kamar sebelah ^^
Sontak aku langsung membulatkan mataku, dengan lincah aku langsung menggerakkan tanganku menekan layar i-phone untuk membalas pesannya.
To : wookie
Ah jinca? Kau tidak sedang membualkan wookie-ah? Bagaimana wajahnya jika di lihat dari dekat? Bagaimana suaranya?
Aku menatap layar I-phone ku dengan gusar, sudah satu menit yang lalu aku mengirim pesan tapi belum ada tanda wookie membalas pesanku, aish kemana anak itu, bukankah hari ini dia tidak ada jadwal, dia ingin mempermainkanku?
From : wookie
Cantik, sangat cantik, tatapannya tajam namun terkesan teduh, dan dia sepertinya tidak suka berbicara padaku -_-
Aku mengerutkan dahiku saat membaca balasan dari wookie, tidak suka berbicara dengan wookie? Hem bagaimana kalau kau berbicara denganku gadis manis, aku ingin melihat wajahmu dan mendengar suaramu, ah membayangkannya saja sudah membuatku mabuk kepayang.
- kim yessa pov –
Aku berjalan dengan kepala tertunduk menyusuri lobby apartemen, hari ini sangat melelahkan, terlebih lagi aku tidak melihatnya dipagi hari, yah namja itu tidak ada jadwal hari ini, jadi aku tidak akan bisa melihatnya seharian, kecuali aku dengan nekat mengetuk pintu dromnya dan dengan senyum mengembang bilang aku ingin bertemu dengannya, tidak itu bukan gaya ku, aku tidak mempunyai keberanian sebesar itu, melihatnya dari jauh saja sudah membuat kakiku mendadak lumpuh saking lemasnya, apalagi bertemu dengannya dari jarak dekat, bisa-bisa aku di pikir orang autis olehnya karena tidak mampu mengendalikan dengan diri baik dihadapannya.
Aku menimang-nimang buku tebal yang ada di tanganku, seharian ini jadwal kuliahku sangat padat, membuatku harus menguras lebih tenagaku lebih banyak, ah coba aku bisa melihat senyumnya hari ini, bisa di pastikan lelah yang melandaku meluap begitu saja. Karena senyumnya merupakan obat penenang untukku, dan suaranya merupakan multivitamin untukku, entahlah, tidak mendengar nyanyian sehari saja itu akan membuatku sakit kepala, suara lembutnya sudah menjadi candu untukku.
Oh tuhan apa kau mendengarkan keluh kesahku saat ini? Aku melihatnya!!!! Aku melihatnya dari jarak dekat, oh my god, aku bahkan ingin menangis saat ini juga ketika melihatnya, aku memang merindukannya hari ini, merindukannya hingga aku nyaris tidak bisa bernafas, aku memang ingin melihat senyumnya, tapi bukan seperti ini, melihatnya tersenyum ketika mengacak-acak rambut seorang yeoja, tuhan bisakah kau menenggelamkan aku sekarang juga?.
Ingin rasanya aku membanting semua bukuku dan berlari kearahnya lalu menariknya dari yeoja itu dan membawanya pergi sekarang juga, tapi semua itu tidak mungkin aku lakukan, aku bukan siapa-siapanya, aku hanya pengangumnya yang senantiasa melihatnya selama dua tahun ini.
Aku menyembunyikan diriku di dinding , memejamkan mataku rapat-rapat untuk menetralisir rasa sakit dihatiku, jadi inikah rasa sakit hati? Selama ini aku bisa menahannya saat melihat fancam mereka di youtube, tapi melihatnya secara langsung seperti ini aku tak menyangka rasa sakitnya lebih dalam, seakan ada ribuan jarum yang tertanam dihatiku saat ini.
“mencintainya diam-diam bukan berarti kau menangisinya diam-diam juga nona”
Aku langsung membuka mataku ketika mendengar suara dingin itu, aku memiringkan wajahku untuk menilai namja yang berdiri menjulang di hadapanku, ah namja itu, siapa yang tak kenal dia? Bahkan hampir semua orang tergila-gila padanya, tapi tidak denganku, karena hatiku sepenuhnya telah di rampas oleh seorang kim jong woon.
“siapa yang mencintai siapa?” tanyaku sambil menaikan kedua alisku, aku tidak ingin terintimidasi untuk kedua kalinya, cukup kemarin kim ryeowook, tidak ku biarkan orang lain mengetahui rahasiaku.
“cih, masih menyangkal? Bahkan tertera jelas di jidatmu kalau kau mencintai hyungku” katanya tanpa mengalihkan pandangnya dari pspnya, astaga bukan hanya kelakuannya yang seperti setan tapi mulutnya tak kalah panas dari setan.
“kau sedang bergurau tuan cho? Sebaiknya kau tamatkan saja game-mu dan jangan mencampuri urusanku” jawab ku tajam, lalu berjalan dengan kesal ke arah lift.
“game ku sudah tamat dari dua hari yang lalu” katanya santai, dan sukses membalikkan tubuhku untuk kembali menghadapnya, dan dia tersenyum mengejek ketika melihatku berbalik.
“sebaiknya kau manfaatkan waktumu sebaik mungkin, kau tau bukan, kalau namja aneh yang kau suka itu sebentar lagi akan wamil”
Aku terdiam, tidak lagi membalas ucapan kyuhyun, perkataannya tentang wamil membuatku tertohok, aku selalu menutup telinga ketika ada kabar yang mengatakan bahwa namja itu akan berangkat wamil, aku belum siap tidak melihatnya di sepanjang hariku. Air mataku nyaris terjatuh saat ini juga, tapi aku menahannya sekuat tenaga, tidak ingin namja tengil ini tertawa melihat kelemahanku.
“kau takut? Takut tidak bisa melihatnya lagi? Tidak ada yang mengetahui apa dia akan tetap hidup selama proses wamil, kau tahu kan?” ocehnya panjangn lebar, aku langsung menutup telingaku, tidak ingin pikiranku berimajinasi dengan bebas tentang orang yang ku sayangi saat wamil.
“DIAM KAU CHO KYUHYUN” teriak ku kencang, aku bisa merasakan orang-orang kini menatap kami, bahkan mataku tadi beradu pandang dengannya, hancurlah sudah image ku di depan kim jong woon, dia pasti akan menyangka aku gadis yang labil karena berteriak tanpa sebab pada dongsaengnya.
Aku mengumpat pelan, menundukkan wajahku dalam-dalam agar dia tidak bisa melihat wajahku dengan jelas, aku mengetuk-ngetuk buku tebal ke jidatku, ah kenapa aku harus berteriak seperti itu? Aku pasti terlihat bodoh sekali sekarang, dan kau, harus mengingatkan aku untuk membunuh manusia yang bernama cho kyuhyun.
“hentikan, ini bisa menyakitimu pabo” ucap kyu sambil menahan buku yang ada di tanganku agar tidak menghantam jidatku lagi dan mengacak-acak rambutku “masuk lah kedalam lift, kau tidak ingin dia melihatmu menangis bukan?” tambah kyu, sambil mendorong paksa tubuhku ke arah lift yang terbuka.
“aku tidak menangis pabo” umpatku kesal
“tapi matamu sudah memerah nona, dan satu lagi, hyung tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan yoona, jadi kau tenang saja” katanya sambil tersenyum manis ke arahku, baru aku ingin memprotes tapi pintu lift sudah terlebih dahulu menutup.
- kim jong woon pov –
“DIAM KAU CHO KYUHYUN”
Aku langsung menghentikan obrolanku dengan yoona ketika mendengar teriak itu, aku langsung mengedarkan pandanganku untuk mencari sumber suara, dan aku menemukannya. Bahkan beberapa detik mataku bertemu dengan matanya, aku melihat matanya memerah, ada sorot kemarahan dan sedih dimatanya.
Aku memincingkan mataku agar bisa melihatnya dengan jelas, tapi sayang dia langsung menunduk dan menghantamkan buku yang di bawanya ke jidatnya sendiri, aku yakin dia penghuni kamar sebelah, yah meskipun aku tidak pernah melihatnya secara langsung tapi aku yakin itu dia, entahlah seperti ada getaran dihatiku ketika melihatnya.
“oppa, kau kenapa?” Tanya yoona, sepertinya dia sedikit kesal karena aku tidak mendengar ceritanya.
“tidak apa-apa” jawabku singkat sambil terus menatap gadis itu dan aku juga bisa melihat ada setan kecil itu disana. Apa sebenarnya hubungan mereka? Kenapa gadis itu teriak-teriak pada kyuhyun? Apa setan itu mengganggu gadisku? Astaga cho kyuhyun tamat riwayatmu jika itu benar.
Di depanku yoona menghentakkan kakinya dengan kesal, yah dongsaengku yang satu ini memang tidak suka di abaikan, tapi aku juga tidak ingin mengabaikan gadisku, entah sejak kapan dia jadi prioritas utama dalam pandanganku. Aku meremas tangan dengan kesal ketika melihat tangan kyu mendarat di kepala gadisku dan aku lihat gadis itu seperti merajuk pada kyu, ya tuhan ingatkan aku untuk mematahkan tangan setan kecil itu.
“annyeong yoona~a” sapa kyuhyun ketika berjalan ke arah kami dengan senyum sumringahnya, yah ku akui kalo senyum kyu itu sedikit, ehem yah sedikit manis.
“annyeong oppa” balas yoona dengan ramah “kau kesini untuk apa oppa?”
“ menjemput si kepala besar ini untuk latihan” jawab kyu santai.
Dasar magnae kurang ajar, aku langsung memberikan tatapan tajam ke arahnya tapi di abaikan begitu saja, ck menghadapi setan ini memang sangat menyebalkan.
“ah kalo begitu aku pamit dulu, annyeong oppa” pamit yoona sambil melambaikan tangannya.
“ kajja hyung” ajak kyu sambil merangkulkan tangannya ke pundakku, tapi langsung aku tepis karena masih sedikit kesal dengan ulahnya.
“ wae?” Tanyanya ketika aku menipis rangkulannya, aku hanya diam tidak ingin menjawab pertanyaanya, lalu berjalan cepat untuk menghindarinya.
“ Ya!!!! Aku sedang bicara padamu hyung” omel kyu setelah mensejajarkan langkahnya denganku.
“siapa yeoja itu?” tanyaku singkat, aku melihat kyu sedikit menaikan alisnya ketika mendengar pertanyaanku.
“yeoja?” ucapanya sambil berfikir “nugu?”
Astaga apa dia ingin menguji batas kesabaranku? Ck! Apa efek tidak memakan sayuran membuatnya semakin bodoh?
“yoeja yang beberapa menit lalu kau temui pabo!” ucapku gusar
“ah arayo, yeoja manis yang tadi ku antar ke lift?” Tanya kyu sambil tersenyum manis yang sejujurnya membuat hatiku meringis, dia bilang apa tadi? Yeoja manis? Yak!!! Dia milikku.
“ne” jawabku singkat.
“kau tidak tau hyung kalau dia setan kamar sebelah?”
“yak pabo!! Aku juga sudah tau, maksud ku siapa namanya” ucapku kesal sambil memukul kepala, yah mungkin dengan sedikit pukulan membuat kepalanya sedikit normal.
“molla, aku tidak sempat menanyakannya tadi” jawab kyu sambil mengaruk kepalanya yang aku rasa tidak gatal “ tapi hyung, dia sangat manis”
“kau menyukainya?” cecarku
“ wae kalo aku menyukainya? Apa kau juga menyukainya?”
Asih anak ini tidak bisakah menjawab pertanyaanku saja, kenapa dia suka sekali membalikan pertanyaan -_-
“ani, mana mungkin aku menyukai seseorang yang tidak ku kenal sama sekali” sangkalku, ah aku tidak ingin menceritakan perasaanku pada ember bocor ini, bisa-bisa seluruh drom tau, dan aku di jadikan bahan ejekan selama berbulan-bulan, cukup wookie saja yang mengetahuinya.
“jinca? Bagus kalo begitu, aku jadi tidak mempunyai saingan” jawab kyu santai sambil memasuki lift.
“YAK!!!! Kau bilang apa tadi?” tanyaku gusar, aku rasa darahku sudah berjalan ke kepalaku.
“ani, kajja leeteuk hyung sudah menunggu kita”