Minggu, 12 Juni 2011

a gift from god (sinopsis)

seorang gadis cantik bermata coklat sedang memandang iri gadis yang sedang duduk di kursi roda yang di temani oleh ibu yang sangat mencintainya. ibu itu sedang membelai rambut anaknya dengan penuh kasih sayang."kalau gw bisa milih gw mau seperti gadis itu"batin gita.
Nagita Rahadian putri tunggal seorang pengusaha yang sangat terkenal, semua orang iri dengan kehidupannya yang hampir sempurna, punya paras cantik dan kehidupan yang sangat layak. tapi menurut gita semua itu tidak artinya, gita lebih memilih gubuk tua yang reyot tapi isinya terdapat canda dan tawa di bandingkan rumahnya yang megah dan elegan tapi hanya terdapat sebuah kebisuan.
sejak umur seminggu gita sudah di tinggal berkerja oleh ibunya, ia hanya merasakan asi ekslusif selama tiga bulan padahal ia berhak mendapatkannya selama enam bulan, kedua orang tuanya sangat gila berkerja, entah sampai kapan mereka mengejar harta yang tidak pernah ada habisnya
"jangan pernah memandang kasihan orang yang cacat, mereka tidak pernah ingin di lahirkan cacat" ucap cowo tampan yang sedang membawa bola di tangan kirinya, cowo itu langsung pergi tanpa permisi lagi.
terdengar bunyi lagu lagu count on me- bruno mars tertera nama di layar handphone keluaran terbaru " papa? calling" memang sengaja di tulis dengan tanda tanya oleh gita.
"ya ?" gita menjawaba telfon tanpa basa basi, terlalu lelah dia untuk berbasa-basi dengan papanya
"papa dan mama mau pergi ke australi sekitar dua minggu, uangnya sudah papa transfer seperti biasa" jawab papanya to the point
"ada lagi?" tanya gita
"kata bibi kamu belum pulang, pulanglah jangan membuat bibi cemas" saran papa sebelum memutuskan hubungan telfon
"uang lagi, uang lagi, gw tuh butuhnya papa yang cemas sama gw, bukannya bibi yang ga punya hubungan darah sama gw"
"balik ke jakarta pak" perintah gita kepada sopirnya dengan enggan, sebenarnya ia malas pulang ke rumah yang tak pernah ada penghuninya