Selasa, 10 Januari 2012

Hujan


aku baru sadar ketika hujan turun banyak yang aku rindukan
rindu akan kenangan yang mulai terlupakan
aku rindu . . . rindu akan tetesan hujan yang membasahi seluruh tubuhku
seakan seluruh beban di tubuhku hilang ketika hujan datang
aku rindu . . . rindu akan langkah kecilku yang mengelilingi jalan ketika hujan datang
hanya ada canda, dan tawa yang aku rasakan
aku rindu . . . rindu menggambar matahari kecil untuk mencegah hujan datang
tapi ketika hujan datang bukan keluhan yang datang hanya senyum kecil yang mengembang
aku rindu . . . rindu membuat lipatan sederhana dari sobekan kertas yang membentuk perahu kecil
membuatnya terbawa arus kecil yang ada di sekitar rumah
aku rindu . . . rindu melepas kedua sepatuku, mengikat kedua ujung talinya dan menggantungkannya di leherku
tanpa peduli buku basah, aku tetap tertawa bersama sahabatku
aku rindu . . . rindu akan ocehan yang keluar dari mulut orang tuaku ketika hujan mengguyur tubuhku
dengan cekatannya beliau mengambil air hangat dan membasuhnya di seluruh tubuhku
aku rindu . . . rindu saat tetesan hujan membasahi tangan kecilku
tanpa pernah mempedulikan petir yang siap menyambar, aku tetap menikmati hujan
tapi arti hujan kini berbeda karna aku sudah mulai beranjak dewasa
aku tidak bisa lagi teriak senang ketika hujan datang, tidak bisa lagi merasakan mandi hujan bersama teman-teman.
ketika hujan turun di malam hari aku hanya bisa merenung, membiarkan pikiranku melayang di bawa angan-angan.
mungkin hujan dapat menolongku, menyamarkan air mata yang keluar karna merindukan seseorang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar